Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 April 2012

Inilah Tips Panjang Umur dari Seorang Berusia 256 Tahun

 
Tahukan Anda bahwa manusia jaman sekarang masih ada yang berumur panjang, bahkan bisa sampai mencapai ratusan tahun. Ini adalah kisah seorang manusia di China yang bernama Li Qing Yun (1677-1933), dia meninggal pada usia 256 tahun. Menurut legenda, Mr Li Qing Yun (1677-1933) adalah seorang dokter pengobatan Tiongkok, ahli herbal, master qigong, dan konsultan strategi. Dia dikatakan telah hidup melewati sembilan kaisar pada dinasti Qing selama 256 tahun.

 

 
Obituari Mei 1933 di Majalah Time, berjudul "Kura-kura-Merpati-Anjing," Li mengungkapkan rahasia umur panjang, "Jaga hati yang tenang, duduk seperti kura-kura, berjalan lincah seperti merpati dan tidur seperti anjing."


Li dikatakan memiliki kebiasaan tidak biasa dalam kehidupan sehari-hari. Dia tidak minum minuman keras atau merokok dan makan yang teratur. Dia seorang vegetarian dan sering minum teh wolfberry (sejenis goji berry).


Dia tidur lebih awal dan bangun lebih pagi. Ketika dia punya waktu senggang, ia duduk tegak dengan mata tertutup dan tangan di pangkuan, saat itu tidak bergerak sama sekali selama beberapa jam. Li menghabiskan seluruh hidupnya mempelajari ramuan Tiongkok dan menemukan rahasia umur panjang, perjalanan melewati provinsi di Tiongkok dan sampai Thailand untuk mengumpulkan ramuan dan mengobati penyakit.


Gaya Hidup


Dan Buettner, penulis "The Blue Zones: Pelajaran Panjang Umur dari Orang Yang Hidup Terlama," penelitian ilmu umur panjang. Dalam bukunya dan pembicaraan TED 2009, ia meneliti gaya hidup dari empat populasi geografis yang berbeda di seluruh dunia.


Semua kelompok: penduduk Okinawa, Sardinia, California Advent, dan Costa Rico-hidup sampai lebih dari 100 tahun yang jauh lebih besar dari kebanyakan orang, atau mereka hidup belasan tahun lebih lama dari rata-rata. Dia menyebut tempat di mana kelompok-kelompok ini hidup "zona biru."


Menurut penelitian Buettner, semua kelompok zona-biru makan diet bahan sayuran. Kelompok Advent di Loma Linda, California, banyak makan kacang-kacangan dan sayuran hijau seperti yang disebutkan dalam Alkitab. Penggembala yang tinggal di dataran tinggi Sardinia mengonsumsi roti gandum tak beragi, keju dari hewan makan-rumput, dan anggur khusus.


Buettner menemukan bahwa diet rendah kalori membantu dalam memperpanjang hidup, seperti yang ditunjukkan oleh sebuah kelompok lansia sehat Okinawa yang memraktekkan aturan Konfusianisme berhenti makan ketika 80 persen penuh.


Mungkin teh wolfberry Li Qing Yun memainkan peran penting dalam kesehatannya. Setelah mendengar cerita Li, peneliti medis dari Inggris dan Prancis melakukan studi mendalam tentang wolfberry dan menemukan bahwa itu mengandung vitamin yang tidak diketahui disebut "Vitamin X," juga dikenal sebagai "vitamin kecantikan."


Percobaan mereka menegaskan bahwa wolfberry menghambat akumulasi lemak dan meningkatkan sel-sel hati baru, menurunkan glukosa darah dan kolesterol, dan sebagainya.


Wolfberry melakukan peran peremajaan: Ini mengaktifkan sel-sel otak dan kelenjar endokrin, meningkatkan sekresi hormon, dan menghilangkan akumulasi racun dalam darah, yang dapat membantu menjaga fungsi normal organ dan jaringan tubuh.


Meditasi


Para peneliti telah menemukan banyak manfaat meditasi rutin. Ahli saraf di University of Massachusetts Medical School meminta dua kelompok stress karyawan teknologi tinggi bermeditasi selama delapan minggu dan sebagai kelompok pembanding, satu kelompok lagi hidup seperti biasa.


Mereka menemukan bahwa pada kelompok yang melakukan meditasi "menunjukkan pergeseran aktivitas pada lobus frontal kiri," tulisan sebuah artikel Psikologi Today 2003. "Pergeseran mental yang mengurangi efek negatif dari stres, depresi ringan, dan kecemasan. Ada juga pengurangan aktivitas di amigdala, di pusat proses takut di otak. "


Meditasi juga mengurangi penyusutan otak akibat penuaan dan meningkatkan ketengan hati. Selain meditasi, Buettner menemukan bahwa waktu menenangkan diri pribadi seperti ini mencegah inflamasi (yang merupakan reaksi stress).


Kelompok California Advent secara ketat melaksanakan waktu sabat mereka selama 24 jam, dimana didalamnya ada waktu untuk introspeksi, berdoa, dan menikmati lingkaran sosial mereka.


Masyarakat


Buettner juga menemukan bahwa masyarakat merupakan faktor besar dalam umur panjang kelompok zona-biru. Model Okinawa memiliki banyak teman dekat, dengan siapa mereka sharing segalanya. Dataran tinggi Sardinia memiliki penghormatan untuk orang tua yang tidak ditemukan dalam masyarakat Barat modern. The Advent menempatkan keluarga yang pertama. Rasa memiliki, memiliki teman sehat dan keluarga mendorong individu untuk hidup sehat juga.


Dalam "Outliers," Malcolm Gladwell meneliti sekelompok Italia disebut Rosetans, yang bermigrasi ke barat daerah Bangor, Pennsylvania. Menurut daftar, mereka menderita lebih sedikit penyakit jantung dan umumnya berumur panjang, hidup sehat. Setelah penelitian, ditetapkan bahwa rahasia mereka bukan genetika atau bahkan diet (41 persen dari makanan mereka berasal dari lemak).


"Rosetans telah menciptakan kekuatan, struktur sosial pelindung mampu mengisolasi mereka dari tekanan dunia modern," tulis Gladwell. "Para Rosetans yang sehat dari mana mereka berasal, karena mereka telah menciptakan dunia untuk diri mereka sendiri di kota kecil di perbukitan."


Hidup dengan Tujuan


Dalam perjalanannya, Buettner menemukan sebuah tema umum di antara kelompok zona-biru yakni tidak ada dari mereka memiliki konsep “pensiun”. Masih merasa menjadi manusia berguna sampai tua adalah rahasianya. Hidup terarah sampai akhir hayat adalah resep Okinawa dan Sardinia. Dalam kelompok, Buettner bertemu pria dan wanita yang umurnya seratus tahun terus mendaki bukit, membangun pagar, berternak ikan, dan menjaga cucu.


Menariknya, tidak satu pun dari mereka yang sengaja berolahraga seperti orang Barat yang pergi ke gym. "Mereka hanya menjalani hidup aktif yang menjalankan aktivitas fisik," kata Buettner. Mereka semua berjalan, masak, dan melakukan pekerjaan rumah tangga sendiri, dan banyak dari mereka berkebun. (Secret China/art)





Sumber : erabaru.net

Senin, 12 Maret 2012

Inilah Orang Pertama di Dunia yang Hidup Tanpa Jantung



Pada bulan Maret tahun lalu, Craig Lewis, 55, dalam kondisi sekarat karena kondisi jantung yang menyebabkan pembentukan protein abnormal, dengan kondisi ini bahkan alat pacu jantung tak dapat membantu menyelamatkan hidupnya.

Craig Lewis

Craig Lewis (55), adalah orang pertama yang menggunakan pompa 'aliran kontinu' untuk menggantikan fungsi jantung

ronsen jantung

alat ini menggantikan fungsi jantung untuk menyuplai darah secara kontinu ke seluruh tubuh

Tapi dua dokter dari Texas Heart Institute mengusulkan solusi baru yang revolusioner, yakni menginstal perangkat yang akan memungkinkan darah bersirkulasi dalam tubuhnya tanpa denyut jantung.

Dr Billy Cohn dan Dr Bud Frazier kemudian menginstal perangkat tersebut setelah mengeluarkan jantung Lewis. Dan dalam waktu beberapa hari, sang pasien sudah bangun dan berbicara dengan dokter.

Kedua dokter tersebut beberapa waktu sebelumnya telah menguji alat ini pada hampir 50 anak sapi. Dimana mereka mengeluarkan hati binatang tersebut, dan pada hari berikutnya sapi-sapi itu berlaku normal seperti makan, tidur, dan bergerak. Namun kali ini, tanpa jantung yang memompa darah ke tubuh mereka.

manusia pertama tanpa jantung

Dr Billy Cohn (kiri) dan Dr Bud Frazier sebelumnya telah melakukan uji coba alat ini pada anak sapi

Billy Cohn dan Bud Frazier

Alat ini menggunakan baling-baling untuk memompa darah secara terus-menerus kedalam tubuh

“Jika anda mendengarkan dada (sapi) dengan stetoskop, maka anda tidak akan mendengar detak jantung,” kata Dr Cohn kepada NPR Juni 2011 lalu.

Dailymail menulis bahwa Amiloidosis (keadaan dimana tubuh memproduksi protein buruk) Lewis semakin parah, dan dokter takut dia akan segera meninggal jika tidak mendapatkan pertolongan yang tepat. Bahkan dokter mengatakan ia hanay memiliki 12 jam untuk hidup.

Jadi, dengan izin isteri Lewis yaitu Linda, Dr Cohn dan Dr Frazier kemudia memasang alat ini pada Maret 2011.

Perangkat tersebut bekerja dengan memasok aliran darah secara kontinu melalui tubuh, dengan menggunakan baling-baling.

“Saya mendengarkan bunyi dengungan yang menakjubkan. Dia tidak punya denyut jantung.” tutur isterinya yang keheranan.

Sumber

Selasa, 13 Desember 2011

Kisah Legendaris Bayi yang Diberi ASI dan Tidak

 
img
dok: unscn.org

Jakarta, Tidak paham soal ASI dan kesetaraan gender membuat pasangan bayi kembar beda jenis kelamin harus mengalami kisah tragis. Ibunya merasa tidak mampu menyusui keduanya dan akhirnya bayi perempuan mati karena hanya diberi susu formula.

Kisah ini terungkap dalam sebuah foto lama yang pernah dipublikasikan oleh UNICEF, badan PBB yang mengurusi nutrisi pada anak. Meski sudah lama dipublikasikan, foto yang diambil tahun 1991 ini sangat melegenda dan selalu dipakai dalam berbagai kampanye pemberian ASI.

Selengkapnya, foto tersebut menggambarkan seorang ibu di Islamabad yang sedang menyusui sepasang anak kembar. Bedanya, bayi laki-laki disusui langsung dari puting si ibu sedangkan bayi perempuan yang kondisinya kurang gizi hanya diberi susu formula dari botol. Sehari setelah diambil fotonya oleh UNICEF, bayi perempuan itu meninggal.






Konon bayi perempuan itu tidak mendapatkan ASI karena beberapa faktor, salah satunya karena salah informasi. Sang ibu diberi tahu oleh kakak iparnya bahwa payudaranya tidak memproduksi ASI yang cukup untuk kedua bayinya, sehingga hanya salah satu yang bisa disusui.

Ketika itu si ibu yang memang tidak diungkap namanya itu tidak tahu, bahwa produksi ASI juga berhubungan dengan aktivitas menyusui. Semakin banyak dihisap, payudara akan terangsang untuk memproduksi lebih banyak ASI sehingga sebenarnya sangat jarang ada kasus produksi ASI tidak mencukupi.

Ketidaktahuan berikutnya adalah bahwa sang ibu tidak harus menggantinya dengan susu formula. Jika memang ternyata produksi ASI tidak cukup karena gangguan tertentu, ia bisa menggunakan jasa orang lain untuk menyusui atau dalam Bahasa Inggris disebut seorang wet nurse.

Pemberian susu formula untuk seorang bayi sangat tidak dianjurkan, khususnya di lingkungan yang tidak bersih seperti tempat tinggal si ibu tersebut di Islamabad. Air yang tidak bersih bisa membunuh bayi ketika dipakai untuk melarutkan susu formula.

Faktor lain yang membuat bayi perempuan tersebut meninggal karena tidak mendapat ASI adalah ketidaksetaraan gender. Di banyak tempat di dunia, anak perempuan dianggap lebih rendah derajatnya dibanding anak laki-laki sehingga lebih sering dikorbankan.

Dalam hal ini, si ibu memilih menyusui bayi laki-laki dan hanya memberikan susu formula kepada bayi perempuan karena ingin memberikan yang terbaik bagi bayi laki-lakinya. Bukan cuma saat bayi, hingga dewasa kaum perempuan sering terpinggirkan oleh sistem patriarki yang menganggap laki-laki lebih tinggi derajatnya.

Foto ini memang foto lama, namun kisahnya akan tetap menjadi legenda yang selalu mengingatkan pentingnya ASI eksklusif bagi bayi. Kalaupun terpaksa memberikan susu formula karena kondisinya secara medis tidak memungkinkan, pastikan air yang digunakan matang dengan sempurna sehingga bebas dari kuman.

"Gunakan foto saya ini jika memang bisa membantu. Saya tidak ingin orang lain melakukan kesalahan yang sama," pesan ibu si kembar seperti dikutip dari Unscn.org, Selasa (13/12/2011).
(up/ir)

 

Sumber:   http://www.detikhealth.com/read/2011/12/13/120045/1789796/764/kisah-legendaris-bayi-yang-diberi-asi-dan-tidak